Medan || Faktasumatera – Gudang yang diduga sebagai tempat penimbunan dan pengoplosan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di Jalan Platina I, Lingkungan VII, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli—tepatnya di kawasan yang dikenal sebagai Simpang Dobi—masih terus beroperasi meski telah lama meresahkan warga. Aktivitas mencurigakan di lokasi itu terpantau masih berlangsung hingga Rabu (2/7/2025).
Para pelaku usaha BBM ilegal di lokasi tersebut diduga menjalankan bisnis tanpa izin resmi, tanpa membayar pajak, serta luput dari pengawasan Pertamina dan BPH Migas. Ironisnya, praktik ini tampak seolah “kebal hukum”, diduga karena adanya keterlibatan oknum aparat penegak hukum (APH) yang membekingi kegiatan mereka demi imbalan tertentu.
Padahal, BPH Migas telah menggandeng Bareskrim Polri sebagai lembaga pengawasan penyalahgunaan Migas. Namun dalam praktiknya, pengawasan tersebut seakan mandul terhadap aktivitas di gudang ini.
Warga sekitar mengaku sangat resah dan takut akan potensi bahaya besar, seperti kebakaran atau ledakan, karena aroma BBM yang menyengat tercium kuat dari dalam gudang.
“Gudang ini sudah sangat meresahkan, apalagi baunya menyengat. Kami khawatir kalau terjadi kebakaran, bisa bahaya nyawa kami,” ujar salah seorang warga dengan nada cemas.
Menurut informasi dari sumber terpercaya, gudang tersebut sebelumnya dikelola oleh dua orang yang dikenal sebagai mafia BBM, yakni Rudi dan Saiful. Setelah keduanya pecah kongsi, Rudi membuka tempat baru di kawasan Seruwe namun akhirnya digerebek dan disegel oleh Polrestabes Medan. Diduga, kini Saiful kembali beroperasi bersama rekan baru di gudang lama itu.
“Kami menduga Saiful buka lagi di sini, setelah pecah kongsi dari Rudi. Aktivitasnya makin aktif sekarang,” lanjut sumber tersebut.
Warga pun mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, untuk segera mengambil tindakan tegas. Masyarakat juga meminta Polsek Medan Labuhan dan Polres Pelabuhan Belawan turut bertanggung jawab menindak lanjuti keresahan yang sudah berlarut ini.
“Mohon bapak Kapolda turun langsung dan menutup gudang BBM ilegal itu sebelum terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” harap warga.










