Diduga Jadi Celah Pungli, Sertifikat ISDC untuk Pembuatan SIM di Satpas Polresta Pekan Baru Disebut Terbit Tanpa Pelatihan

banner 468x60

Pekanbaru || Faktasumatera – Mucul dugaan praktik penerbitan sertifikat Indonesia Safety Driving Centre (ISDC) tanpa melalui pelatihan maupun praktik berkendara sebagaimana mestinya. Sertifikat tersebut diduga digunakan sebagai salah satu syarat dalam proses pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satpas polres pekan baru

Temuan ini mencuat setelah tim media melakukan penelusuran dan menerima informasi dari sejumlah pemohon SIM yang mengaku bisa memperoleh sertifikat hanya dengan membayar biaya sekitar Rp450 ribu tanpa mengikuti pendidikan ataupun praktik mengemudi.

Padahal, secara substansi, sertifikat keselamatan berkendara seharusnya diterbitkan setelah peserta mengikuti pelatihan, memahami teori keselamatan lalu lintas, serta menjalani praktik berkendara sesuai prosedur.

Ironisnya, sertifikat tersebut disebut-sebut menjadi dokumen pendukung dalam proses penerbitan SIM di Satpas. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar terkait pengawasan dan mekanisme penerbitannya.

Dalam upaya memperoleh keberimbangan informasi, media telah meminta konfirmasi kepada pihak ISDC, termasuk kepada Romson selaku pihak yang disebut menandatangani langsung sertifikat tersebut.

“Kami ingin mengetahui apakah benar sertifikat ISDC dapat diterbitkan tanpa adanya pelatihan maupun praktik berkendara bagi pemohon SIM. Jika benar, tentu hal ini sangat berbahaya karena menyangkut kompetensi pengendara di jalan raya,” ujar AJB kepada awak media

Selain itu, mekanisme resmi penerbitan sertifikat ISDC, dugaan kerja sama dengan Satpas polres pekan baru dalam proses pembuatan SIM, serta bentuk pengawasan internal agar sertifikat tidak disalahgunakan.

Praktik penerbitan sertifikat tanpa pelatihan dikhawatirkan bukan hanya berpotensi menjadi celah pungutan liar, tetapi juga dapat berdampak pada meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas akibat pengendara yang tidak benar-benar memahami aturan dan keterampilan berkendara.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait masih menunggu tanggapan resmi dari Romson maupun manajemen ISDC terkait dugaan tersebut.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *