Madina || Faktasumatera -Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Intelektual (FMI) Mandailing Natal (Madina) menggelar aksi jilid 3 demonstrasi di depan Kantor Bupati Madina, Selasa (22/7/2025). Aksi ini digelar sebagai bentuk protes terhadap aktivitas tempat hiburan malam kafe Masrin dan Tio yang dinilai meresahkan masyarakat.
Diketahui baru-baru ini diduga seorang bos tambang, Andika Iman Maulana tertangkap polisi membawa narkoba pil ekstasi sebanyak 5 butir usai keluar dari THM Kafe Masrin.
Dalam orasinya, para mahasiswa menuntut Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal untuk segera menutup dan menertibkan seluruh tempat hiburan malam yang dianggap mencederai norma sosial dan budaya lokal. Mereka juga menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak berwenang terhadap aktivitas-aktivitas yang diduga mengarah pada praktik prostitusi terselubung, peredaran narkoba dan miras.
Kordinator aksi Samsir Alam dalam orasinya, di tanah Mandailing yang suci Berjejer rumah makan palsu Berkedok kuliner, tersembunyi maksud Narkoba, Miras dan zina perlahan merayu. Pesta putih di malam gelap Racun mengalir dalam tubuh Satpol PP tidur lelap Sementara bangsa menuju jurang rubuh.
“Wahai Bupati Mandailing bangunlah dari mimpi mu narkoba telah meracuni anak bangsa di tempat yang harusnya kau tutup dulu” ucapnya.
Copot mereka yang tak becus Yang biarkan pesta narkoba dan miras berlangsung Sebelum generasi muda kita menjadi korban yang tak tertolong, sebutnya dalam orasinya.
Mahasiswa berteriak lantang Bukan untuk mencari sensasi Tapi melihat narkoba dan miras merajalela di balik kedok rumah makan yang palsu. Segel! Segel tempat lakn4t itu!
Di akhir orasinya copot Kasatpol PP yang lalai yang biarkan pesta narkoba dan miras terjadi di Kabupaten Mandailing Natal ini, dan kami akan kembali datang untuk aksi yang ke 4 kalinya kalau tidak ada tindakan tegas terhadap THM Masrin dan Tio, Pungkasnya.











