Inovasi Pot Biodegradable dari Tim ECOWPOT USU: Olah Limbah Kotoran Lembu dan Serutan Bambu sebagai Upaya Kurangi Plastik dan Abrasi di Desa Tanjung Rejo

banner 468x60

Tim Ecowpot dari Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diketuai oleh Miduk Sitanggang dari Prodi Kehutanan beserta anggota tim Salomo Bobby Fernando Sihombing dan Elsa Manora dari Prodi Kehutanan, Nur Lestari Gea Prodi Teknik Lingkungan dan Amalia Syifahani Prodi Kimia, turun langsung ke Desa Tanjung Rejo, Kabupaten Deli Serdang. Ecowpot hadir untuk menjawab permasalahan lingkungan yang sudah lama dihadapi masyarakat, yakni sampah plastik dan abrasi akibat banjir rob. Ecowpot sendiri merupakan sebuah inovasi pot biodegradable berbahan dasar limbah kotoran lembu dan serut bambu yang ramah lingkungan sekaligus bermanfaat untuk pembibitan mangrove.

Ecowpot dirancang sebagai pengganti polybag plastik yang kerap digunakan dalam pembibitan tanaman. Dengan sifat *biodegradable*-nya, pot ini dapat terurai secara alami dan bahkan memperkaya nutrisi tanah setelah digunakan. Keunggulan ini menjadikan Ecowpot bukan hanya solusi pengurangan sampah plastik, tetapi juga bagian penting dari strategi ketahanan pesisir terhadap abrasi.

Dalam pengembangannya, Tim Ecowpot tidak bekerja sendiri. Mereka merangkul ibu-ibu PKK agar masyarakat ikut merasakan manfaat sekaligus memiliki peluang usaha baru. Inovasi ini diharapkan mampu menekan timbunan sampah plastik sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Selain itu, pot ramah lingkungan ini menjadi instrumen penting dalam rehabilitasi mangrove, khususnya jenis *Avicennia sp.*, yang berfungsi sebagai benteng alami dari abrasi dan banjir rob. Dengan demikian, penanaman mangrove dapat dilakukan secara berkelanjutan tanpa meninggalkan limbah plastik di pesisir.

Menanggapi inovasi ini, **Dr. Anita Zaitunah, S.Hut., M.Si., selaku dosen pendamping Tim Ecowpot**, menyampaikan apresiasinya. *“Mahasiswa USU melalui Ecowpot menunjukkan bahwa kreativitas dan kepedulian dapat melahirkan solusi nyata bagi masyarakat. Inovasi ini tidak hanya relevan secara akademis, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi lingkungan dan ekonomi desa. Saya berharap Ecowpot dapat terus dikembangkan dan diadopsi oleh wilayah pesisir lainnya,”* ujarnya.

Melalui *Ecowpot*, Tim mahasiswa USU membuktikan bahwa limbah yang sering dianggap tidak bernilai dapat disulap menjadi solusi bagi masa depan. Kehadiran pot biodegradable ini menjadi simbol harapan baru bagi Desa Tanjung Rejo: pesisir yang lebih hijau, tangguh, dan terbebas dari ancaman sampah plastik serta abrasi.(red)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *