Medan –
Publik Kota Medan dikejutkan oleh dugaan praktik korupsi dalam penyelenggaraan Medan Fashion Festival (MFF) 2024. Kasus ini diduga melibatkan pejabat Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperasi UKM Perindag) Kota Medan, Benny Iskandar Nasution, beserta sejumlah pihak lainnya.
Berdasarkan temuan awal dan laporan masyarakat, terdapat indikasi mark-up signifikan dalam beberapa pos pengeluaran kegiatan, terutama pada biaya sewa gedung dan sewa kursi yang diduga tidak pernah ada.
Dalam dokumen anggaran MFF 2024 tercatat biaya sewa gedung yang dinilai tidak wajar. Anggaran tersebut dianggap terlalu tinggi untuk sebuah kegiatan lokal yang digelar di Santika Dyandra Convention Hall, Medan.
Beberapa pihak menyebutkan bahwa harga sewa yang tercantum jauh di atas harga pasar dan tidak sesuai dengan rincian kebutuhan acara.
Kecurigaan publik semakin menguat setelah ditemukan adanya pos anggaran untuk sewa kursi. Padahal, menurut keterangan sejumlah saksi dan bukti dokumen, kursi sudah termasuk dalam paket sewa gedung hotel, bersama fasilitas pendukung lain seperti tata suara dan perlengkapan dasar.
“Artinya, tidak ada dasar pembenaran atas pengeluaran tambahan tersebut. Pos anggaran tersebut diduga sengaja dimasukkan untuk menggelembungkan dana dan mengalirkannya ke pihak tertentu,” ujar Ketua Himpunan Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Utara (HIPMASU), Iskandar Harahap.
Laporan masyarakat menyebut dugaan korupsi ini melibatkan Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan. Publik kini menuntut agar semua pihak yang terlibat segera diperiksa dan dimintai pertanggungjawaban.
Hingga saat ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan masih melakukan penyelidikan awal terhadap kasus ini. Kepala Kejari melalui Kasipidsus menyatakan, proses masih berada pada tahap klarifikasi dan pengumpulan keterangan dari pihak-pihak terkait.
“Kita mendesak agar segera ada penetapan tersangka. Banyak kejanggalan dalam kasus ini. Penanganannya seperti main-main karena sudah ada pemeriksaan namun tidak ada hasil, padahal bukti dan laporan masyarakat
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih mencoba melakukan konfirmasi kepada Benny Iskandar.











