MedanLabuhan – Faktasumatera – Aktivitas perjudian tembak ikan berlogo keong yang disebut-sebut milik seorang pengusaha bernama Bos Calvin diduga menguasai wilayah Medan Labuhan, khususnya di kawasan Marelan.
Hasil penelusuran awak media menemukan sedikitnya empat titik lokasi perjudian yang beroperasi setiap hari tanpa pernah tersentuh razia aparat kepolisian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, omset dari empat titik lokasi tersebut mencapai ratusan juta rupiah per hari. Warga menduga kelancaran bisnis haram ini tidak lepas dari adanya backing kuat, termasuk seorang oknum marinir berinisial S.
> “Kami curiga ada setoran rutin ke pihak tertentu, termasuk mungkin ke Polres Pelabuhan Belawan. Kalau tidak, mana mungkin bisnis sebesar ini bisa aman terus,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Meski keberadaan lokasi judi ini sudah lama menjadi rahasia umum, hingga kini belum ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Situasi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, mengingat praktik perjudian tersebut tidak hanya merusak moral, tetapi juga memicu berbagai tindak kriminal di sekitar lokasi.
Masyarakat berharap pihak berwenang, khususnya Polda Sumut, segera turun tangan membongkar dan menindak tegas jaringan perjudian yang diduga melibatkan oknum aparat, demi tegaknya hukum tanpa pandang bulu.











