Pimpinan BRI Life Sumut Diduga Lakukan Pelecehan S3ksual Pada Karyawati

banner 468x60

MEDAN || Faktasumatera – Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, itulah pepatah yang dirasakan oleh A salah seorang karyawati BRI Life.

Malang tersebut terungkap setelah A menyampaikan apa yang telah ia alami kepada awak media. Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah dilecehkan oleh Pimpinan BRI Life Kanwil Sumut.

Kejadian itu bermula pada Selasa (25/2), SAP meminta A untuk datang ke Menara BRI hari Rabu (26/2) untuk melakukan Development (Pembinaan Kinerja).

“Selasa sore itu SAP awalnya kirim pesan via WA untuk meminta saya hadir ke Menara BRI Medan pada Rabu (26/2). Setelah mengirim pesan, dia juga menelpon saya dengan tujuan yang sama”, ungkapnya.

“Nah karena saya berpikir ini tugas kantor, pada hari Rabu sekitar pukul 13.00 wib saya tiba di Menara BRI di Jalan Putri Hijau Medan. Sesampai di sana saya langsung ke Lantai VIII Kantor Pelayanan”, sambung A.

Tak lama berselang waktu, dirinya menerima telpon dari SAP yang meminta agar dirinya menunggu SAP di depan lobby Menara BRI.

“Pas saya sudah di lantai VIII Kantor Pelayanan, SAP nelpon saya dan meminta saya menunggunya di lobby depan. Setelah saya turun ke lobby, SAP yang sudah menunggu dalam mobilnya meminta saya masuk ke dalam mobil dinasnya dan langsung turun ke parkiran Basement I”, ujarnya sambil menahan tangis.

“Dalam mobil dinas itu hanya ada saya, SAP dan drivernya berinisial F. Sesampai di Basement, F langsung turun mobil dan meninggalkan saya berdua dengan SAP”, lanjutnya.

A juga menjelaskan bahwa dalam mobil tersebut awalnya tidak ada hal yang mencurigakan karena dirinya menganggap bahwa atasan meminta laporan Development.

“Awalnya saya tidak ada menaruh rasa curiga, karena saya anggap atasan sedang meminta pertanggung jawaban terhadap kinerja saya. Namun semua berubah ketika selesai Development, SAP memaksa menciumi wajah saya secara tiba-tiba,”ujarnya sambil menangis.

Setelah hal itu, lanjut A, ia berusaha menjauh dan hendak keluar mobil.

“Saat saya mau buka pintu, SAP kembali menarik paksa tangan saya dan berupaya mencium kembali wajah saya, hingga saya berhasil keluar mobil dan lari,” sambungnya.

Atas kejadian tersebut, A mengalami trauma psikis dan menyampaikan apa yang telah terjadi kepada orang tuanya.

“Saya bersama orang tua akan segera membuat laporan dugaan pelecehan atas diri saya yang telah dilakukan oleh SAP yang merupakan Branch Relation Head BRI Life Kanwil Sumut,”pungkasnya. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *