Medan || Faktasumatera– Dengan penuh semangat, ratusan anggota dan simpatisan FKPPI melakukan aksi di kawasan Pasar VII Helvetia, menuntut agar aparat kepolisian dan TNI segera mengambil tindakan tegas terhadap lokasi judi yang selama ini menurut mereka “beroperasi terbuka dan diback-up oknum aparat”.
Dalam orasi yang berlangsung siang hari, beberapa orator FKPPI menyampaikan poin-poin sebagai berikut
FKPPI menuding bahwa penutupan dan penggerebekan selama ini tidak maksimal karena adanya dugaan “back-up” atau pelindungan dari oknum aparat baik dari kepolisian maupun TNI.
Mereka secara khusus meminta kepada Polda Sumatera Utara dan jajaran Polrestabes Medan agar berani bertindak, tidak hanya melakukan razia simbolik tetapi menutup lokasi dan memproses aktor di belakangnya — termasuk oknum aparat jika terbukti melakukan pelanggaran.
FKPPI juga menyatakan bahwa jika dalam jangka waktu tertentu tindakan nyata tidak dilakukan, maka mereka akan melakukan aksi lanjutan yang “lebih masif”.
Aksi tersebut mendapat sorotan publik karena keterkaitan antara praktik perjudian, aparatur keamanan, dan lembaga penegak hukum yang selama ini dianggap lamban.
Fakta Permasalahan & Pengakuan Warga
Beberapa laporan media sebelumnya menunjukkan bahwa di kawasan Pasar VII Helvetia dan sekitar Kecamatan Medan Helvetia telah lama muncul aktivitas perjudian yang dianggap sebagai “sarang” dan sudah mendapat perhatian masyarakat. Misalnya
Dalam sebuah liputan disebutkan bahwa lokasi perjudian besar di kawasan tersebut masih beroperasi dan “meresahkan” masyarakat.
Penulis riset sosial menunjukkan bahwa salah satu faktor pembiaran adalah lemahnya pengawasan aparat sekaligus kuatnya jaringan ekonomi informal di lokasi
Kenapa FKPPI Fokus pada Aparat dan Penegakan
Dugaan pelindungan aparat
FKPPI menyinggung bahwa keberlangsungan praktik judi di lokasi tidak mungkin tanpa “izin” implisit atau sengaja ditutup mata oleh pihak kepolisian maupun TNI, sehingga penegakan hukum tidak berjalan maksimal.
Tantangan bagi Polda Sumut & Polrestabes Medan
Informasi yang didapat awak media bahwa pengelola judi tersebut berinisial AK dan bahkan beberapa media sudah sering memberitakan lokasi judi tersebut akan tetapi pihak berwenang sampai saat ini belum pernah menggerebek tempat tersebut” ujar narasumber











