MEDAN || Faktasumatera – Dugaan praktik percaloan kerja yang mencatut nama pejabat kembali mencuat di Sumatera Utara. Seorang warga berinisial FDS mengaku menjadi korban penipuan setelah dijanjikan pekerjaan sebagai pegawai di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes) wilayah Serdang Bedagai.
Dalam keterangannya kepada wartawan, FDS menyebut seorang pria bernama BG berperan sebagai perantara yang menjanjikan dirinya bisa mendapatkan posisi pekerjaan di lingkungan Kemendes.
Dalam proses tersebut, BG juga disebut-sebut membawa nama seorang pejabat dari oknum partai ternama berinisial BU, yang diklaim memiliki koneksi untuk meloloskan proses tersebut.
FDS menuturkan, awal komunikasi dengan BG terjadi pada Januari 2025. Saat itu BG menawarkan peluang pekerjaan di Kemendes wilayah Serdang Bedagai dengan syarat adanya biaya administrasi.
Menurut FDS, kesepakatan awal menyebutkan total biaya yang harus disiapkan sebesar Rp10 juta. Dari jumlah tersebut, korban diminta membayar Rp5 juta sebagai uang muka (DP).
“Waktu itu dia bilang ada peluang masuk kerja di Kemendes Sergai. Katanya ada orang dalam yang bisa membantu. Total diminta Rp10 juta, tapi saya diminta bayar dulu Rp5 juta sebagai DP,” ujar FDS saat ditemui, Sabtu (2026).
Korban kemudian mentransfer uang tersebut kepada BG sebagai bentuk keseriusan mengikuti proses yang dijanjikan.
Namun setelah pembayaran dilakukan, kepastian terkait pekerjaan tersebut tidak kunjung jelas.
FDS mengatakan bahwa setiap kali ia menanyakan perkembangan proses penerimaan kerja tersebut, BG selalu memberikan jawaban yang tidak pasti.
“Setiap saya hubungi, jawabannya selalu besok, besok lagi. Alasannya macam-macam, katanya masih proses, masih menunggu kabar dari orang dalam,” katanya.
Situasi ini berlangsung cukup lama. Sejak pertengahan 2025 hingga Maret 2026, korban mengaku tidak pernah mendapatkan kepastian mengenai pekerjaan yang dijanjikan.
Merasa dirugikan, FDS akhirnya meminta agar uang yang telah disetorkan dikembalikan dan kesepakatan tersebut dibatalkan.
“Saya minta uang saya dikembalikan saja karena pekerjaan itu tidak ada kepastian. Tapi sampai sekarang tidak ada tanggapan,” ungkapnya.
Dalam percakapan yang terjadi sebelumnya, FDS menyebut BG sempat mengaku memiliki koneksi dengan seorang pejabat dari oknum partai ternama berinisial BU.
Nama pejabat tersebut disebut sebagai pihak yang disebut-sebut bisa membuka akses agar korban dapat masuk bekerja di Kemendes wilayah Serdang Bedagai. Namun hingga saat ini belum ada konfirmasi langsung dari pihak yang namanya disebut dalam dugaan kasus tersebut.
Korban Siapkan Laporan Polisi
Merasa dirugikan, FDS menyatakan tengah mengumpulkan berbagai bukti untuk melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum.
Bukti tersebut antara lain berupa rekaman percakapan (chat) serta bukti transfer uang kepada BG
“Saya sudah kumpulkan bukti chat dan bukti transfer. Dalam waktu dekat saya akan membuat laporan resmi karena merasa ditipu dengan modus iming-iming pekerjaan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, BG belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan awak media terkait dugaan tersebut.
Kasus ini menambah daftar panjang dugaan percaloan kerja dengan mencatut nama pejabat, yang kerap memanfaatkan harapan masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan di instansi pemerintah.(PAM)










