Lokasi Jd! Tembak Ikan Dekat Kantor Polisi Marak 3 Bulan, Warga Akui Diawasi Oknum Berinisial AGS

banner 468x60

MEDAN || Faktasumatera — Saat warga Martubung masih berjibaku membersihkan rumah pascabanjir, aktivitas ilegal justru terus berjalan tanpa hambatan di Jalan Pajak Inpres, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan. Sebuah lokasi diduga arena jd! ketangkasan tembak ikan beroperasi terang-terangan di sebuah rumah bercat hijau, hanya sepelemparan batu dari Kantor Kepolisian.

Pantauan awak media menunjukkan keramaian keluar-masuk dari bangunan yang dijadikan arena jd! tersebut. Yang lebih mengherankan, menurut warga, bisnis haram itu sudah berjalan sekitar tiga bulan tanpa ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum.

“Usaha jd! tembak ikan itu sudah tiga bulanan buka. Sampai sekarang belum ada tindakan dari aparat, padahal lokasinya dekat sekali dari Polsek Medan Labuhan,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga juga mengungkapkan bahwa arena judi tersebut diawasi oleh seorang oknum berambut cepak berinisial AGS, yang disebut-sebut kerap terlihat mengawasi aktivitas di lokasi.

“Kami juga lihat pengawasnya itu oknum berambut cepak, inisialnya AGS. Dia sering muncul di lokasi,” tambah warga tersebut.

Masyarakat khawatir keberadaan judi tembak ikan itu merusak mental anak-anak dan memicu masalah sosial baru, termasuk kriminalitas di wilayah mereka.

“Kami takut ini merusak mental anak-anak dan masyarakat. Jangan sampai timbul masalah baru hanya karena lokasi jd! itu,” keluhnya.

Warga berharap pihak kepolisian bertindak cepat sebelum dampaknya semakin meluas.

“Harapan kami, Pak Kapolres Belawan bisa mengambil tindakan tegas supaya lingkungan kami aman dan nyaman, tidak ada lagi tindak kriminal akibat lokasi itu,” tegas warga.

Ketika dikonfirmasi soal keberadaan arena judi tersebut, Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Tohap Sibuea, SE, MH, memberikan jawaban singkat pada Kamis (11/12/2025).

“Terima kasih, Bapak… akan kita cek. Terima kasih informasinya,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih menunggu langkah nyata dari aparat penegak hukum untuk menutup lokasi yang telah meresahkan selama berbulan-bulan itu.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *