Arief Amri: Jangan Biarkan Semangat Kompol Dedi Kurniawan dan Aparat Dilemahkan – Pemuda Dukung Langkah Tegas Polda Sumut, Minta Presiden dan Kapolri Lindungi Aparat

banner 468x60

Tanjungbalai || Faktasumatera – Langkah tegas yang diambil Polda Sumatera Utara dalam memberantas peredaran narkoba, khususnya di Kota Tanjung Balai, terus menjadi perhatian publik. Di tengah dinamika yang berkembang, dukungan moral datang dari tokoh muda, Arief Amri, Sekretaris DPD KNPI Deli Serdang, Putra Kelahiran Tanjung Balai.

Polda Sumut di bawah kepemimpinan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H. dan Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak telah menunjukkan komitmen kuat untuk membasmi narkoba hingga ke akar. Salah satu bentuk konkritnya adalah penindakan tegas di Kota Tanjung Balai yang dipimpin langsung oleh Kompol Dedi Kurniawan, Kanit 1 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut.

Baru-baru ini, sebuah video penangkapan yang dilakukan Kompol Dedi viral di media sosial. Tindakan tegas dan terukur yang dilakukan aparat sempat menuai perdebatan di kalangan publik, dengan sebagian pihak menilai ada dugaan pelanggaran prosedur.

Menanggapi hal tersebut, Arief Amri menyampaikan pandangan tegas:

“Kalau memang ada dugaan pelanggaran prosedur, negara sudah menyediakan ruang hukum dan mekanisme keberatan. Tapi kalau tudingan itu digunakan untuk melemahkan semangat dan mental Kompol Dedi serta aparat penegak hukum lainnya, ini jelas sangat membahayakan upaya pemberantasan narkoba,” ujar Arief.

Ia juga menyesalkan apabila ada pihak-pihak yang secara langsung atau tidak langsung mencoba melemahkan kinerja dan tindakan tegas aparat.

“Bila ada gerakan-gerakan atau tindakan dari sekelompok orang maupun masyarakat yang ingin melemahkan tindakan Kompol Dedi, itu sangat disayangkan. Karena langkah yang dilakukan beliau adalah bentuk perlindungan nyata terhadap masyarakat, khususnya generasi muda dari bahaya narkoba,” tegasnya.

Lebih lanjut, Arief menilai bahwa apa yang dilakukan Kompol Dedi merupakan sebuah prestasi dalam penegakan hukum yang harus diapresiasi dan diberikan penghargaan yang setimpal oleh institusi maupun negara.

“Ini adalah langkah nyata dan berani. Kompol Dedi patut diapresiasi dan menurut saya layak mendapat penghargaan yang setimpal. Penindakan seperti ini tidak hanya menunjukkan keberanian, tetapi komitmen kuat menyelamatkan masa depan generasi muda. Kompol Dedi dan aparat penegak hukum lainya yang bertugas harus tetap berani tidak boleh kalah dengan kekuatan membahayakan bangsa ini dan jangan gentar melawan bandar narkoba yang begitu banyak merongrong generasi. Jangan beri ruang sedikit pun untuk mereka bernafas di negeri ini,” ujarnya lantang.

Arief menekankan pentingnya negara hadir melindungi aparat yang berada di garis depan, bukan hanya dari ancaman lapangan, tapi juga dari tekanan opini yang bisa merusak mentalitas penegakan hukum.

“Seluruh aparat penegak hukum yang bertugas di lapangan, khususnya dalam perang melawan narkoba, harus mendapat perlindungan penuh dari negara. Untuk itu, saya secara khusus menyampaikan permintaan kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, dan Kapolri, Bapak Jenderal Listyo Sigit Prabowo, agar memberikan perhatian serius dan perlindungan nyata dalam perang pemberantasan narkoba,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa upaya yang dilakukan Polda Sumut bukan sekadar penegakan hukum, tetapi bentuk penyelamatan generasi muda dan masa depan.

“Tanjung Balai dan Kabupaten-kota lainya tidak boleh terus dibayangi stigma sebagai kota narkoba. Apa yang dilakukan aparat hari ini adalah langkah penting menuju perubahan itu. Dan kami, pemuda, akan terus berdiri di belakang mereka,” tutupnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *