DELI SERDANG || Faktasumatera — Sebuah gudang di kawasan Desa Helvetia Pasar IX, Kabupaten Deli Serdang, menjadi perhatian masyarakat setelah diduga kuat digunakan sebagai tempat penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar secara ilegal. sabtu 20/12/2025
Aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut menimbulkan kekhawatiran dan keresahan warga sekitar.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah warga menyebutkan bahwa gudang tersebut dikabarkan dimiliki oleh seorang warga keturunan Tionghoa berinisial Cek ndr. Meski beroperasi secara tertutup, aktivitas di dalam gudang itu disebut telah berlangsung cukup lama.
Hasil pantauan awak media di lapangan menemukan adanya sebuah mobil tangki berwarna biru masuk di area gudang.
Pada badan kendaraan tersebut terlihat tulisan PT Jaya Abadi Siaga, yang diduga digunakan sebagai sarana pengangkutan solar dari dan menuju lokasi tersebut.
Warga mengaku merasa tidak nyaman dengan keberadaan gudang yang diduga beroperasi tanpa izin resmi.
Selain aspek hukum, mereka juga menilai aktivitas bongkar muat BBM di lingkungan permukiman berpotensi menimbulkan risiko serius, mulai dari kebakaran hingga dampak pencemaran lingkungan.
“Kami sebenarnya sudah lama resah, tapi takut bicara. Katanya ada yang membekingi,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Isu adanya dugaan perlindungan dari oknum tertentu turut beredar di tengah masyarakat. Disebutkan, gudang tersebut diduga mendapat backing dari seorang oknum berambut cepak, sehingga warga memilih bungkam dan enggan melaporkan aktivitas tersebut kepada pihak berwajib.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari aparat penegak hukum maupun instansi terkait mengenai status legalitas gudang tersebut serta dugaan penimbunan solar ilegal yang terjadi. Awak media masih terus berupaya meminta klarifikasi dari pihak kepolisian dan instansi berwenang.
Warga berharap aparat segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh agar dugaan pelanggaran hukum ini dapat diungkap secara terang dan memberikan rasa aman bagi masyarakat di sekitar lokasi.











