Tanahkaro || Faktasumatera – Aroma busuk dugaan kongkalikong bisnis perjudian dadu di Desa Lau Rakit, wilayah hukum Polsek Payung, Kabupaten Tanah Karo, semakin menyengat. Aktivitas perjudian yang disebut-sebut dikelola oleh IBS itu diduga berjalan mulus tanpa hambatan berarti dari aparat penegak hukum setempat.
Informasi yang dihimpun pada 19 Februari 2026 dari sejumlah warga Desa Lau Rakit menyebutkan adanya dugaan setoran rutin dari pengelola judi kepada oknum aparat. Dugaan inilah yang membuat praktik perjudian tersebut seolah kebal hukum dan terus beroperasi setiap malam.
” Informasinya mereka sudah setoran ke polres dan kapolsek payung makanya lancar tanpa pernah digerebek,” ujar cs kepada wartawan.
Ia juga mengaku resah dengan dampak sosial yang ditimbulkan. Menurutnya, praktik judi dadu tersebut bukan hanya merusak moral, tetapi juga menghancurkan rumah tangga warga.
“Setiap malam saya berdoa sama Tuhan supaya perjudian di kampung kami dihentikan. Suami saya jadi kecanduan ke tempat judi dadu milik Batin itu,” ungkapnya lirih.
Ironisnya, hingga kini belum terlihat tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Tidak ada penggerebekan, tidak ada penindakan, tidak ada upaya serius untuk menghentikan praktik yang jelas-jelas melanggar hukum tersebut. Kondisi ini memunculkan persepsi di tengah masyarakat bahwa aparat penegak hukum terkesan mandul dan melakukan pembiaran.
Jika dugaan setoran itu benar, maka ini bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik. Aparat yang seharusnya menjadi benteng terakhir penegakan hukum justru diduga membiarkan praktik ilegal tumbuh subur di depan mata.
Masyarakat Desa Lau Rakit kini hanya bisa berharap ada perhatian serius dari institusi yang lebih tinggi untuk turun tangan melakukan evaluasi dan penindakan tegas.
Warga tidak lagi butuh janji, mereka menunggu aksi nyata untuk membersihkan kampung mereka dari praktik perjudian yang merusak sendi-sendi kehidupan sosial.
Ditempat terpisah 19/02, kapolsek payung ketika dikonfirmasi awak media tidak menjawab pesan hingga berita ini naik kemeja redaksi( team )










